Minggu, 26 Agustus 2012

Attitude Ber-SMS


Attitude Ber-SMS
(Sebuah Catatan Pengalaman untuk Adikku Tercinta)

Tak kusangaka ternyata benda kecil itu bisa berdampak besar bagi penggunanya. Bisa mempererat persaudaraan, mendekatkan yang jauh, dan menambah rizki. Namun ada juga yang tersandung, terjatuh sehingga kesulitan bertubi-tubi menerjangnya. So,  Apa benda itu? Hand Phone (HP) kawan!.

HP merupakan terobosan teknologi yang menggegerkan dunia, namun tak semua orang dapat menggunakan HP dengan baik, bahkan insan akademis pun (katakanlah dia mahasiswa), mereka bisa terjerumus pada omelan dan kemarahan dosen-dosennya. Why? Mereka tidak menerapkan attitude dalam ber-SMS. Ekstrimnya SMS-nya tak memiliki sopan santun.
Saya sempat berbincang dengan beberapa dosen terkait sms mahasiswanya, mereka mengeluh dan merasa tidak dihormati dengan sms yang dikirim mahasiswanya. Ingat kawan dosen adalah orang tua kita di kampus, so, sms nya pun harus ada etikanya dong,. Lihatlah cuplikan trailer film dibawah ini.
Diceritakan ada seorang dosen yang menerima sms dari mahasiswanya.
Mahasiswa      : Bu hr ini k campus g ??? balas…
...
Mahasiswa      : Ada format penilaian yang mst ibu tandatangani. Gimana dunkkkk ????
...
Dosen itu hanya tertohok membaca sms mahasiswanya itu, dia terhenyak, kesal dan geram. Sehingga dosen itu tak membalas sms dan membiarkannya.
Siangnya sang mahasiswa berhasil menemuai dosen yang beliau sms paginya. Namun ketika bertemu mahasiswa itu malah dimarahi dan diomelin abis-abisan.
Setelah keluar dari ruang dosen, sang mahasiswa bingung dan berkata dalam hatinya “salah saya apa?”....
-The End-
Eeemmm, kawan tahu tidak kesalahan mahasiswa itu?, Iyap,. Benar. Karena sms yang dikirimnya tidak beretika/sopan santun. Oleh sebab itu saya akan coba sharring pengalaman tentang etika ber-SMS pada dosen, orang yang lebih tua dari kita, pejabat dan orang tak dikenal oleh kita dan atau kesiapapun.
Tahapan SMS Formal sbb.
1.        SMS di awali dengan kata salam. Kata-kata salam diantaranya: Assalamualaikum, selamat pagi, siang, sore dan malam.
2.        Ucapkanlah perkataan Maaf. Misalnya: maaf Ibu/Bapak mengganggu, punten Ibu sms pagi-pagi. Dll.
3.        Perkenalkan diri. Sebutkan identitas secara jelas, jangan menggunakan nama kecil atau nama panggilan yang mungkin tidak dikenal oleh penerima SMS. Kita jangan so terkenal semua orang tahu no HP kita. Terkecuali kita telah akrab dengan penerima sms, tetapi harus tetap sopan.
4.        Isi pesan. Isi pesan harus jelas, santun dan tidak bersifat memerintah, Jangan terlalu banyak menggunakan singkatan terutama singkatan yang tidak lazim. Jangan menggabungkan antara huruf dan angka seperti “th4nks”, “k4mu”, “s4y4” dsb. Dan jangan menggunakan tanda seru atau tanda tanya yang berlebihan (misalnya, “!!!”, “????”, “?!?”) atau lebih. Dan jangan menggunakan bahasa gaul, seperti gua, elo, dll.
5.        SMS diakhiri dengan kata Terimakasih dan salam. Misalnya: sebelumnya terimakasih ibu, hatur nuhun dan wassalamualaikum. Budayakanlah mengucapkan terimakasih, jangan lupa itu, oke.

Walaupun tidak semua orang respon terhadap sms yang kita kirim, namun alangkah lebih baiknya kita memperhatikan sopan-santun dalam ber-SMS, apalagi mengirim sms pada dosen, atasan, dan orang-orang yang dihormati.
Sebagai simulasi saya akan membuatkan contoh format sms.

Assalamualaikum wr.wb
Ibu maaf mengganggu. Saya Asep Sahidin mahasiswa FPIK angkatan 2012. maaf Ibu, hari ini ibu ada di kampus? Asep mau menyerahkan tugas kuliah yang minggu kemarin.
Sebelumnya terimakasih Ibu.
Wassalamualaikum wr.wb.

Semoga catatan kecil ini bermanfaat buat adik-adikku yang sedang mengarungi samudera perkulihan. Semoga sukses.
-Keep Attitude-

-Asep Syahidin Al Misky-

1 komentar:

  1. Alhamdulillah, tulisan di atas bisa bermanfaat. Ada juga yang merangkum Lima hal yang harus diperhatikan mahasiswa saat mengirim SMS kepada dosennya di dalam blog lain. Semoga bisa juga dijadikan referensi buat mahasiswa.

    BalasHapus