Attitude
Ber-SMS
(Sebuah Catatan Pengalaman untuk Adikku Tercinta)
Tak kusangaka ternyata benda kecil itu
bisa berdampak besar bagi penggunanya. Bisa mempererat persaudaraan,
mendekatkan yang jauh, dan menambah rizki. Namun ada juga yang tersandung, terjatuh
sehingga kesulitan bertubi-tubi menerjangnya. So, Apa benda itu? Hand Phone (HP) kawan!.
HP merupakan terobosan teknologi yang
menggegerkan dunia, namun tak semua orang dapat menggunakan HP dengan baik,
bahkan insan akademis pun (katakanlah dia mahasiswa), mereka bisa terjerumus
pada omelan dan kemarahan dosen-dosennya. Why? Mereka tidak menerapkan attitude
dalam ber-SMS. Ekstrimnya SMS-nya tak memiliki sopan santun.
Saya sempat berbincang dengan beberapa
dosen terkait sms mahasiswanya, mereka mengeluh dan merasa tidak dihormati
dengan sms yang dikirim mahasiswanya. Ingat kawan dosen adalah orang tua kita
di kampus, so, sms nya pun harus ada etikanya dong,. Lihatlah cuplikan trailer
film dibawah ini.
Diceritakan
ada seorang dosen yang menerima sms dari mahasiswanya.
Mahasiswa : Bu hr ini k
campus g ??? balas…
...
Mahasiswa : Ada format
penilaian yang mst ibu tandatangani. Gimana dunkkkk ????
...
Dosen itu hanya tertohok membaca sms mahasiswanya itu, dia terhenyak,
kesal dan geram. Sehingga dosen itu tak membalas sms dan membiarkannya.
Siangnya sang mahasiswa berhasil menemuai dosen yang beliau sms
paginya. Namun ketika bertemu mahasiswa itu malah dimarahi dan diomelin
abis-abisan.
Setelah keluar dari ruang dosen, sang mahasiswa bingung dan
berkata dalam hatinya “salah saya apa?”....
-The End-
Eeemmm, kawan tahu tidak kesalahan mahasiswa itu?, Iyap,. Benar. Karena sms yang dikirimnya
tidak beretika/sopan santun. Oleh sebab itu saya akan coba sharring pengalaman
tentang etika ber-SMS pada dosen, orang yang lebih tua dari kita, pejabat dan
orang tak dikenal oleh kita dan atau kesiapapun.
Tahapan SMS Formal sbb.
1.
SMS di awali dengan kata salam. Kata-kata salam
diantaranya: Assalamualaikum, selamat pagi, siang, sore dan malam.
2.
Ucapkanlah perkataan Maaf. Misalnya: maaf
Ibu/Bapak mengganggu, punten Ibu sms pagi-pagi. Dll.
3.
Perkenalkan diri. Sebutkan
identitas secara jelas, jangan menggunakan nama kecil atau nama panggilan yang
mungkin tidak dikenal oleh penerima SMS. Kita jangan so terkenal semua orang
tahu no HP kita. Terkecuali kita telah akrab dengan penerima sms, tetapi harus
tetap sopan.
4.
Isi pesan. Isi pesan harus
jelas, santun dan tidak bersifat memerintah, Jangan terlalu banyak menggunakan
singkatan terutama singkatan yang tidak lazim. Jangan menggabungkan antara
huruf dan angka seperti “th4nks”, “k4mu”, “s4y4” dsb. Dan jangan menggunakan
tanda seru atau tanda tanya yang berlebihan (misalnya, “!!!”, “????”, “?!?”)
atau lebih. Dan jangan menggunakan bahasa gaul, seperti gua, elo, dll.
5.
SMS diakhiri dengan kata Terimakasih dan salam. Misalnya: sebelumnya
terimakasih ibu, hatur nuhun dan wassalamualaikum. Budayakanlah mengucapkan
terimakasih, jangan lupa itu, oke.
Walaupun tidak semua orang respon terhadap sms yang kita kirim,
namun alangkah lebih baiknya kita memperhatikan sopan-santun dalam ber-SMS,
apalagi mengirim sms pada dosen, atasan, dan orang-orang yang dihormati.
Sebagai simulasi saya akan membuatkan contoh format sms.
Assalamualaikum wr.wb
Ibu maaf mengganggu. Saya Asep Sahidin mahasiswa FPIK angkatan
2012. maaf Ibu, hari ini ibu ada di kampus? Asep mau menyerahkan tugas kuliah
yang minggu kemarin.
Sebelumnya terimakasih Ibu.
Wassalamualaikum wr.wb.
Semoga catatan kecil ini bermanfaat buat adik-adikku yang sedang
mengarungi samudera perkulihan. Semoga sukses.
-Keep Attitude-
Alhamdulillah, tulisan di atas bisa bermanfaat. Ada juga yang merangkum Lima hal yang harus diperhatikan mahasiswa saat mengirim SMS kepada dosennya di dalam blog lain. Semoga bisa juga dijadikan referensi buat mahasiswa.
BalasHapus