JADILAH
MAHASISWA SUKSES DENGAN ATTITUDE
(Persembahan buat adik-adik tercinta yang mau dan
ingin berubah)
Orang bilang zaman sekarang adalah zaman
demokrasi (kebebasan), zaman bebas mengeluarkan ekspresi dan bebas menggelar aksi. Ya,. Saya setuju!.. Namun seiring kemjuan zaman ini banyak orang
yang terlindas, tertindas dan menjadi antek-antek kebebasan zaman. Mereka
melunturkan prinsif , idealisme dan sopan santun yang telah dipegangnya sejak
lama. Menjadi tragis lagi, hal ini menjangkit pula pada MAHASISWA (lebih
elitnya ‘insan Intelektual’), namun mereka
tak se-intelak sikap dan prilakunya,
tutur katanya, dan daya berfikirnya.
Banyak mahasiswa yang berprilaku bak seorang ‘preman’ di pasaran, namun mereka tidak
sadar dengan hal itu. Pakaian dan perkataannya tak mencerminkan orang yang
memiliki pendidikan tinggi. Perkataannya tak sopan “misal: binatang
disebut-sebut” dan pakaiannya compang-camping, sobak-sobek dan tak rapi. Tapi
saya yakin mereka tahu, perkataan binatang yang mereka lontarkan itu perkataan
jelek dan saya juga yakin mereka memakai pakaian compang-camping, sobek
sana-sini bukan mereka tidak mampu membelinya. Saya juga yakin mereka memiliki
prinsif, tatakrama, sopan santun dan idealisme dalam hatinya, namun mereka telah
kalah berjuang dalam pertempuran dengan kemajuan zaman yang semakin gencar
menghancurkan moralitas manusia. Sehingga mereka terlindas, tertindas dan
menjadi antek-antek kebebasan zaman.
Eeeemmm,.
Kan itu hanya sebagian mahasiswa? Yap,.
Saya setuju!. Tapi ingat pribahasa nila setitik, rusak air sebelangga. Jangan
engkau rusak citra keluarga dan citra lembaga. Engkau seharusnya menjadi
pelopor kemajuan lembaga.
Wahai adik-adikku tercinta, engkau
adalah anak kebanggaan orang tua kalian, harapan keluarga kalian, ujung tombak
keluarga kalian.
Mereka menantikan anak-anaknya pulang
dengan prestasi.
Mereka menantikan anak-anaknya pulang
dengan dengan akhlak yang baik.
Mereka menantikan anak-anaknya pulang
dengan membawa kebahagiaan, bukan penyesalan. Jangan sampai orang tua kita
menyesal menyekolahkan kita karena kita menjadi seorang yang tidak berakhlak
(berprilaku baik).
So,. Ada beberapa pesan dari seorang
kaka pada adiknya.
Wahai
adikku, hiruk pikuk dunia tidak bisa terelakan namun hiruk pikuk dunia akan
luruh dengan sikap kita. Tampilkan sikap ramah, sopan dan lemah lembut kita
kepada siapa pun, kapan pun dan dimana pun!.
Wahai
adikku, Hatimu adalah milikmu dan hati orang lain adalah milik orang lain. Jaga
hatimu dengan memperhatikan hati orang lain. Hati orang lain sakit karena kita,
hati kita pun akan mendapatkan kesakitan oleh orang lain. Apa bila kita baik
pada diri orang lain maka orang lain akan baik pada diri kita.
Wahai
adikku, janganlah menjadi sampah di lingkungan mutiara karena engkau akan mengurangi
keindahan kumpulan mutiara itu, sampah itu akan disapu dan dilemparkan ke kotak
sampah karena mereka tak berguna.
Wahai
adikku, masa depan tercermin dari masa sekarang. Persiapkan masa depanmu, gali
pengetahuan dan harus terus berubah, berubah menjadi lebih baik lagi.
Wahai
adikku, aku tak dapat mengubah engkau menjadi orang yang sukses atau memiliki
perilaku yang baik. Karena keputusan perubahan diri hanya engkau yang bisa
memutuskannya, walaupun saya bercuap-cuap bicara, corat-coret panjang lebar,
kalo diri engkau tidak ada niatan untuk berubah, sampai kapan pun engkau tidak
akan Berubah.
Wahai
adikku, saya sampaikan ini, bukan menggurui adik-adik semua semata-mata rasa
sayang dan cinta saya pada adik-adik semua. Silahkan kalo menganggap tulisan
ini adalah kebaikan ataupun sampah. Yang terpenting saya telah mengungkapkan
isi hati saya dan rasa sayang saya pada adik-adik semua.
Wahai
adikku, selamat berjuang merajut masa depan dan mengarungi samudera
perkuliahan. Ingat, ombak besar didepan sana akan menghantam kalian, badai pun
akan senantiasa mengcobak-cabik kalian, ikan buas yang siap menerkam kalian dan
karang-karang yang siap menghalang-halangi kalian. Hadapilah semua itu dengan
hati bukan dengan emosi, jangan patah
dan menyerah padanya. Karena kita mempunyai satu tujuan yang didambakan yaitu
green land, “green land kesuksesan”.
Wahai
adikku, jangan sia-siakan dan termakan dengan waktu, karena waktu yang terlewat
tak pernah kembali. Waktu akan terus berjalan, berjalan dan berjalan. Ingat
dengan seiring waktu engkau akan sukses dan seiring waktu pula engkau akan
hancur, tergantung bagaimana kita mempergunakan waktu itu.
Mudah-mudahan
pesan ini mengubah mind set adik-adik semua untuk terus belajar dan terus
berbuat baik. Karen dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun harus berprilaku
baik. Karena mungkin saja orang lain itu yang akan membawa kita pada ‘green
land kesuksesan’ kita.
Salam
hangat,
Asep
Sahidin,S.Pi
NB:
Sebagai
rasa sayang saya pada adik-adikku, saya luncurkan coretan-coretan yang lainnya.
Silakan
baca judul
1. Attitude
Mahasiswa di Kampus
2.
Attitude Ber-SMS
3. Attitude
Bekomunikasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar