Minggu, 26 Agustus 2012

Jadilah Mahasiswa Sukses


JADILAH MAHASISWA SUKSES DENGAN ATTITUDE
(Persembahan buat adik-adik tercinta yang mau dan ingin berubah)

Orang bilang zaman sekarang adalah zaman demokrasi (kebebasan), zaman bebas mengeluarkan ekspresi dan  bebas menggelar aksi. Ya,. Saya setuju!.. Namun seiring kemjuan zaman ini banyak orang yang terlindas, tertindas dan menjadi antek-antek kebebasan zaman. Mereka melunturkan prinsif , idealisme dan sopan santun yang telah dipegangnya sejak lama. Menjadi tragis lagi, hal ini menjangkit pula pada MAHASISWA (lebih elitnya ‘insan Intelektual’), namun mereka tak se-intelak sikap dan prilakunya, tutur katanya, dan daya berfikirnya.

 Banyak mahasiswa yang berprilaku bak seorang ‘preman’ di pasaran, namun mereka tidak sadar dengan hal itu. Pakaian dan perkataannya tak mencerminkan orang yang memiliki pendidikan tinggi. Perkataannya tak sopan “misal: binatang disebut-sebut” dan pakaiannya compang-camping, sobak-sobek dan tak rapi. Tapi saya yakin mereka tahu, perkataan binatang yang mereka lontarkan itu perkataan jelek dan saya juga yakin mereka memakai pakaian compang-camping, sobek sana-sini bukan mereka tidak mampu membelinya. Saya juga yakin mereka memiliki prinsif, tatakrama, sopan santun dan idealisme dalam hatinya, namun mereka telah kalah berjuang dalam pertempuran dengan kemajuan zaman yang semakin gencar menghancurkan moralitas manusia. Sehingga mereka terlindas, tertindas dan menjadi antek-antek kebebasan zaman.
Eeeemmm,. Kan itu hanya sebagian mahasiswa? Yap,. Saya setuju!. Tapi ingat pribahasa nila setitik, rusak air sebelangga. Jangan engkau rusak citra keluarga dan citra lembaga. Engkau seharusnya menjadi pelopor kemajuan lembaga.
Wahai adik-adikku tercinta, engkau adalah anak kebanggaan orang tua kalian, harapan keluarga kalian, ujung tombak keluarga kalian.
Mereka menantikan anak-anaknya pulang dengan prestasi.
Mereka menantikan anak-anaknya pulang dengan dengan akhlak yang baik.
Mereka menantikan anak-anaknya pulang dengan membawa kebahagiaan, bukan penyesalan. Jangan sampai orang tua kita menyesal menyekolahkan kita karena kita menjadi seorang yang tidak berakhlak (berprilaku baik).

So,. Ada beberapa pesan dari seorang kaka pada adiknya.
Wahai adikku, hiruk pikuk dunia tidak bisa terelakan namun hiruk pikuk dunia akan luruh dengan sikap kita. Tampilkan sikap ramah, sopan dan lemah lembut kita kepada siapa pun, kapan pun dan dimana pun!.
Wahai adikku, Hatimu adalah milikmu dan hati orang lain adalah milik orang lain. Jaga hatimu dengan memperhatikan hati orang lain. Hati orang lain sakit karena kita, hati kita pun akan mendapatkan kesakitan oleh orang lain. Apa bila kita baik pada diri orang lain maka orang lain akan baik pada diri kita.
Wahai adikku, janganlah menjadi sampah di lingkungan mutiara karena engkau akan mengurangi keindahan kumpulan mutiara itu, sampah itu akan disapu dan dilemparkan ke kotak sampah karena mereka tak berguna.
Wahai adikku, masa depan tercermin dari masa sekarang. Persiapkan masa depanmu, gali pengetahuan dan harus terus berubah, berubah menjadi lebih baik lagi.
Wahai adikku, aku tak dapat mengubah engkau menjadi orang yang sukses atau memiliki perilaku yang baik. Karena keputusan perubahan diri hanya engkau yang bisa memutuskannya, walaupun saya bercuap-cuap bicara, corat-coret panjang lebar, kalo diri engkau tidak ada niatan untuk berubah, sampai kapan pun engkau tidak akan Berubah.
Wahai adikku, saya sampaikan ini, bukan menggurui adik-adik semua semata-mata rasa sayang dan cinta saya pada adik-adik semua. Silahkan kalo menganggap tulisan ini adalah kebaikan ataupun sampah. Yang terpenting saya telah mengungkapkan isi hati saya dan rasa sayang saya pada adik-adik semua.
Wahai adikku, selamat berjuang merajut masa depan dan mengarungi samudera perkuliahan. Ingat, ombak besar didepan sana akan menghantam kalian, badai pun akan senantiasa mengcobak-cabik kalian, ikan buas yang siap menerkam kalian dan karang-karang yang siap menghalang-halangi kalian. Hadapilah semua itu dengan hati bukan dengan emosi,  jangan patah dan menyerah padanya. Karena kita mempunyai satu tujuan yang didambakan yaitu green land, “green land kesuksesan”.
Wahai adikku, jangan sia-siakan dan termakan dengan waktu, karena waktu yang terlewat tak pernah kembali. Waktu akan terus berjalan, berjalan dan berjalan. Ingat dengan seiring waktu engkau akan sukses dan seiring waktu pula engkau akan hancur, tergantung bagaimana kita mempergunakan waktu itu.

Mudah-mudahan pesan ini mengubah mind set adik-adik semua untuk terus belajar dan terus berbuat baik. Karen dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun harus berprilaku baik. Karena mungkin saja orang lain itu yang akan membawa kita pada ‘green land kesuksesan’ kita.

Salam hangat,
Asep Sahidin,S.Pi

NB:
Sebagai rasa sayang saya pada adik-adikku, saya luncurkan coretan-coretan yang lainnya.
Silakan baca judul 
1.      Attitude Mahasiswa di Kampus
2.      Attitude Ber-SMS
3.      Attitude Bekomunikasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar